![]()
Alhamdulillah wakafaa, washolaatu wassalamu ala rasulillahil Musthofa, wa’ala aalihi washohbihii wamanihtada, amma ba’du.
Ikhwanii fiddin rohimakullah.
Dalam Islam banyak sekali amalan amalan yang Allah berikan kepada hambaNya untuk menggapai surga, baik itu amalan yang bersifat wajib maupun Sunnah, amanalah yang berat maupun ringan, amalan dalam bentuk perbuatan maupun amalan dalam bentuk lisan.
Dalam kesempatan ini, izinkan Al faqir untuk sama sama saling menasihati dan saling mengingatkan khususnya yang berkenaan dengan amalan lisan.
Amalan lisan banyak bentuknya, seperti doa menggunakan lisan, syahadat, dzikir dan juga membaca Al Qur’an. Namun amalan lisan identik atau dekat dengan dzikir yang mana dzikir adalah suatu amalan yang dikerjakan menggunakan lisan kita, baik dikerjakan secara jahr (bersuara) ataupun sirr (bersuara kecil).
Banyak sekali dzikir yang Allah syariatkan dalam agama Islam, Setiap dzikir tentunya bernilai kebaikan disisi Allah jalla jalaaluh, setiap dzikir mempunyai keistimewaannya masing masing.
Salah satu dzikir yang diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam kepada kita adalah dua kalimat dzikir yang ringan dicaupkan oleh lisan namun berat saat ditimbang, sebagaimana sabdanya :
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694).
Berdasarkan kalimat tersebut mana kita tahu bahwasannya Sebuah dzikir yang mudah dirutinkan setiap saat, namun berat di timbangan amalan. Dzikir tersebut adalah bacaan “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim”.
Semoga Allah subhanahu wata’ala meringankan lisan serta pikiran kita untuk terus mengingatNya dengan Terus melafazkan dzikir dzikir yang Allah syari’atkan, Aamiin Ya Robbal Al-Amin.
Abu Qori dan Hafiz
