5 Kalimat syarat muatan Akidah

Loading

Ma’asyiral muslimin as’adakumullah fi daaroini

Marilah pada siang hari ini, kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah. Syukur dalam artian yang luas bukan dalam artian yang terbatas. Syukur dalam artian yang integral bukan dalam artian yang parsial. Syukur dalam artian yang menyeluruh bukan dalam artian yang hanya separuh. Yakni syukur dalam artian amaliah ibadah yang nyata bukan syukur dalam ucapan bibir semata.

Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabiyullah Muhammad SAW. Nabi yang selalu mengajak bersyukur siang dan malam, kepada Allah sang pencipta alam.

Ma’asyiral muslin as’adakumullah fi daroin..

Dalam Kitab Bulughul Maram bab tentang dzikir dan doa, ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al Imam An Nasai. Dimana Rosulullah SAW menyatakan.

احب الاعمال الى الله اربع

Ada 4 kalimat dan kalimat ini adalah kalimat yang dicintai Allah SWT

سبحان الله

والحمد الله

والاله الا الله

والله اكبر

Dalam hadist yang lain ditambahkan 1 kalimat lagi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rosulullah SAW bersabda

الباقيات الصالحات

Ada 5 kalimat dimana itu adalah kalimat yang kekal dan kalimat yang baik yang akan di ucapkan di dunia dan di akhirat

لايضركم من اي هن بدات

Kalian boleh memulai kalimat kalimat ini dari mana saja yang kalian sukai

سبحان الله

والحمد الله

ولا اله الا الله

والله اكبر

ولا حول ولا قوة الا بالله

Inilah 5 kalimat yang syarat dengan muatan akidah. 5 kalimat yang di tanamkan oleh Rosulullah SAW selama 13 tahun di Mekkah sehingga menghasilkan akidah yang kuat dan kokoh.

سبحان الله

Maha suci Allah

Maha suci Allah dari segala bentuk kekurangan.

Maha suci Allah dari segala bentuk ke tidak sempurnaan.

Maha suci Allah dari segala Tuhan Tuhan yang di pertuhankan selain dia.

والحمد الله

Segala puja dan puji hanya milik Allah

Puja dan puji yang sesuai dengan kebesarannya.

Puja dan puji yang sesuai dengan ke agungannya.

Puja dan puji yang sebanyak bilangan makhluknya.

Puja dan puji yang seimbang dengan kebesaran arasy nya

Puja dan puji sepenuh batas keridhoannya.

Dan puja dan puji sepenuh tinta kalimatnya.

ولا اله الا الله

Dan Tidak ada yang layak untuk di sembah dengan sebenarnya kecuali hanya Allah.

Tidak ada yang layak di jadikan Tuhan kecuali Allah.

Tidak ada ada ajaran yang layak di junjung tinggi kecuali hanya ajarannya.

Perjuangan yang sejati adalah perjuangan menegak kan ajarannya.

Jihad yang haqiqi adalah jihad menegakkan kalimatnya.

والله اكبر

Maha besar Allah

Kebesarannya tampak pada penciptaan langit dan bumi.

Kebesarannya tampak pada pengaturan seluruh alam raya.

Semua kebesaran yang ada di muka bumi adalah percikan dari kebesarannya.

Semua kekuatan yang ada di bumi adalah percikan dari kekuatannya.

Semua kekuasaan yang ada dibumi adalah percikan dari kekuasaannya.

ولا حول ولا قوة الا بالله

Tidak ada daya tidak ada upaya melainkan datangnya dari Allah.

Tidak ada sebuah kekuatan kecuali datangnya dari Allah.

Tidak ada suatu kejadian kecuali sesuai dengan ketentuannya.

Kaya dan miskin

Bahagia dan sengsara

Hidup dan mati

Tangis dan tawa

Adalah rangkaian dari takdirnya.

Tidak boleh ada sebuah kepastian kecuali setelah izinnya.

Inilah 5 kalimat yang sarat dengan muatan akidah 5 kalimat yang ditanamkan selama 13 tahun dalam hati para sahabat sehingga menimbulkan akidah yang kuat akidah yang kokoh.

Karena rosul sadar bahwa akidah adalah satu satunya kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan manapun. Akidah tidak bisa di mundurkan oleh todongan senjata. Akidah tidak bisa diluluhkan oleh rayuan wanita. Bahkan akidah tidak bisa di lunturkan oleh gemerlapnya harta.

Salah satu contoh kasus, bagaimana akidah merupakan satu-satunya kekuatan yang tidak bisa dikalahkan dengan kekuatan manapun.

Di tahun ke 8 hijriayah, ketika nabi sudah berada 8 tahun dimadinah, maka untuk pertama kalinya rosulullah beririsan langsung dengan pasukan Romawi. Ketika sang nabi sang rosul mengirimkan surat perjanjian damai melalui utusannya, tapi ternyata pemimpin Romawi yang berada di wilayah mu’tah membunuh utusan yang membawa surat perjanjian damai. Dan ketika itu, tidak ada kejahatan yang paling jahat kecuali membunuh utusan yang membawa surat perjanjian damai. Maka rosulullah menyatakan. Romawi menginginkan pertempuran dengan kita.

Orang Arab punya pepatah

اسد اليوم خير من الغنم الابد

Menjadi singa sehari jauh lebih mulia dari pada menjadi kambing sepanjang masa.

Melawan Romawi sekali jauh lebih mulia timbang kita dijajah sepanjang masa.

Maka rosulullah menyiapkan 3000 pasukan. Sebuah personal yang ketika itu bisa dikumpulkan oleh Nabi. Dan apa yang terjadi oleh Romawi. Mereka menyiapkan 200.000 pasukan untuk melawan pasukan muslim. Berarti 3000 melawan 200.000 pasukan. Berarti 1 orng muslim harus melawan 64 orang Romawi.

Apakah ini hanya kekuatan fisik belaka yang diandalkan oleh Nabi dan para sahabat ? Tidak… demi Allah yang telah mengangkat langit tanpa tiang, itulah kekuatan akidah.

Awalnya rosul ingin memimpin langsung pertempuran ini, tapi para sahabat keberatan, mereka menginginkan rosul tetap di Madinah. Akhirnya nabi berpesan “pasukan ini akan dipimpin oleh panglima perangnya putra angkatnya yakni zaid bin haritsah, kalo zaid gugur maka akan di pimpin oleh sepupuku, Ja’far Bin Abi Tholib. Kalo Ja’far pun gugur maka pasukan ini akan dipimpin oleh Abdullah Bin Rowahah, sahabatku.

Maka diberangkatkan pasukan ini, bertemu 2 pasukan di medan mu’tah, maka terjadilah pertempuran, maka pada pertempuran hari pertama zaid bin haritsah gugur ketika sebilah tombak menancap di dadanya. Bendera kepemimpinannya pun hampir jatuh.

Kemudian diambil oleh ja’far bin abi tholib, karena ketika itu aturannya bendara kepemimpinan panglimanya, tidak boleh jatuh.

Maka di pegang oleh Ja’far Bin Abi Tholib, dikibar kibarkan untuk menunjukkan panglimanya masih ada, kemudian sebilah pedang menebas tangan kanannya, di pegang dengan tangan kirinya, dia kibar kibarkan kembali, kemudian sebilah pedang menebas yang kiri. Maka ia hapit bendera tersebut dengan sisa lengan yang masih ada, dia perhankan itu posisi bendera agar tidak jatuh.

Maka kemudian sebilah pedang dari arah belakang  Ja’far Bin Abi Tholib, membelah tubuh ja’far menjadi 2 bagian dan ia pun menemui syahidnya.

Maka bendera kepemimpinannya di ambil oleh Abdullah Bin Rowahah, sepanjang pertempuran  dia bersyair dan bersenandung untuk menguatkan jiwanya, karena ia tahu pertempuran tidak seimbang. sampe kemudian beberapa anak panah menancap di dadanya, dan akhirnya Abdullah Bin Rowahah pun tumbang.

Maka akhirnya pendera diambil oleh seorang prajurit biasa. Dia kibar-kibarkan bendera untuk menunjukkan panglimanya masih ada. Padahal 3 panglima tersebut telah menemui sahidnya. Maka dia berusaha mencari orang yang tepat siapa yang kan memegang bendera ini. Maka di lihatlah seseorang di atas kudanya yang hitam,kudanya yang kekar, kuda” dari Persia, orang itu sibuk membabat musuh dengan pedangnya.

Maka kemudian prajurit tersebut menuju orang tersebut dan berkata “wahai abu Sulaiman ambil bendera kepemimpinan ini dan pimpin pasukan ini”. Maka orang yang di panggil abu Sulaiman ini berkata” jangan, jangan kau berikan bendera kepemimpinan ini kepada saya, Saya belum genap 3 bulan masuk Islam, berikan kepada yg lebih senior”. Maka prajurit itu berkata “ demi Allah saya tidak mengambil bendera ini kecuali saya berikan kepadamu’ AMBIL DAN PIMPIN PASUKAN INI”

Maka orang yang disebut abu Sulaiman mengambil bendera itu. Dia kibar-kibarkan memberikan petunjuk agar pasukannya mundur. Pada awalnya pasukan terheran heran kenapa kita harus mundur, dan akhirnya pasukan itu terselamatkan dari ganasnya pasukan Romawi .

Begitu kondisi sudah aman, orang yang disebut Abu Sulaiman melepas helm perangnya, kemudian dia ternyata Kholid bin Walid, yang ketika ia masih kafir dia adalah panglima berkuda pada posisi org kafir yang mampu mengalahkan dalam perang Uhud. Maka orang yang disebut abu Sulaiman atau kholid bin walid kemudian berkata

ان الاسلام اليوم في الخطر، والمسلمين كذالك

واني لا اخشى ان يقضى علي لا اله الا الله من الوجد

Hari ini Islam dalam keadaan bahaya dan kaum muslimin pun dalam keadaan bahaya

Dan aku hawatir kalimat Lailahailla Allah di hapuskan dari bumi persada.

والله ما نقاتلهم لعدد ولا عدة، وانما نقلتهم لهذا الدين

Demi Allah kita tidak melawan Romawi itu, karena jumlah meraka yang besar atau karena perlengkapan mereka yang luar biasa. TIDAK.. tapi  kita akan melawan mereka demi untuk mempertahankan agama ini

و نقاتل دون لااله الا الله حتى نهلك او ترفع لا اله الا الله

Kita akan melawan mereka demi kalimat lailahaillaAllah, sampai kita binasa karena lailahaillaAllah ATAU LAILAHAILLAH TEGAK DI BUMI PERSADA.

maka mendengar kalimat yg di ucapka oleh kholid seorang penyair berkata

وما هي الا الوحي، او حض مرحف تقظ ذباح اى كل مائل

وهذا الدواء الداء من كل عا قل

وهذا الدواء الداء من كل جاهل

Ucapan Kholid seperti wahyu yang membuncah dari langit. Membangkitkan jiwa” yang tadinya ketakutan, kata”nya bagaikan obat bagi orang yang berakal bahkan kata-katanya

Kholid seperti obat bagi orang yang gila sekalipun.

Maka semuanya kembali bergerak, memakai baju perangnya, kemudian kholid pun berkata

و اسلام و اسلام ها انذا قد تلبست فمن اراد الجنة فيلبس كما لبست

Wahai Islam wahai Islam aku telah make baju tempur ku, siapa yang menginginkan surga maka hendaknya ia pake kembali baju tempurnya.

Maka meraka serentak memakai kembali. Di berangkat kembali menuju medan mu’tah. Menyongsong Romawi yang jumlahnya 200000 pasukan. Sepanjang perjalan meraka bersenandung

يا خيل الله اركبي يا خيل الله هزبتي

Wahai tentara Allah tunggangi kuda kalian, wahai tentara Allah mantapkan langkah kalian

Dua pasukan kembali bertemu. Satu pasukan beriman kepada Allah dan rindu untuk berjumpa dengan Allah .

Sementara pasukan yang lain. Mereka benci kepada Allah, bahkan mereka tak mengenal Allah sama sekali.

Maka pertempuran pun terjadi kembali. Kepala demi kepala terlepas dari lehernya, nyawa demi nyawa meregang dari jasadnya, tangan demi tangan terputus dari pundaknya. Maka pada saat itu terjepit kembali, sehingga sebagian pasukan datang kepada kholid

ياخالد الى اين ملجا،أالي سلمي او اجا

Ya kholid kemana kita akan berlari dan berlindung apakah ke bukit salma atau ke bukit aja. Mendengar pertanyaan itu kholid meneteskan air mata. Dia melihat kehawatiran pada pasukannya. Kemudian akidahnya tumbuh, keyakinannya kepada Allah tumbuh.

Maka kholid kemudian berkata”

والله لا الي سلمي ولا الي اجا ولكن الي الله ملتجي

Demi Allah kita tidak akan ke bukit salmaa atau ke bukit aja, tapi kita akan kembali kepada Allah karena dia lah sebaik baik tempat kembali. dialah sebaik baik penentu MENANG ATAU KALAH  dalam pertempuran ini.

Maka Allah pun memenangkan mereka yang benar benar kembali kepadanya.

الله اكبر، صدق وعده، ونصر عبده، واعز جنده وحزم الاحزاب وحده

Maha besar Allah, maha besar Allah yang telah memenuhi janjinya, maha besar Allah yang telah menolong hambanya, maha besar Allah yg telah menguatkan tentaranya, maha besar Allah yang telah menghancurkan musuh” nya dengan kekuatannya sendiri.

كم مئة قليلة غلبت فئة كثيرة باذن الله

Berapa banyak pasukan yang sedikit mampu memporak porandakan pasukan yang besar dan itu hanya dengan izin Allah SEKALI LAGI hanya dengan izin Allah.

Maka Kholid kemudian membawa pulang kemenangan, Romawi memilih tidak melanjutkan pertempuran dengan Islam, karena korban terlalu banyak di pihak meraka. Sementara di pihak muslimin hanya 12 orang saja yang gugur termasuk 3 panglimanya..

Begitu kholid pulang membawa kemenangan, masuk ke Madinah seorang penyair berkata

ان العقيدة في قلوب رجالها من ذرة اقوي و الف محندي

Sesungguhnya akidah yang sekecil debu, tetapi kalo menghujam ke hati pemiliknya maka dia jauh lebih kuat dari pada seribu pedang.

Kemudian penyair yg lain berkata

فتعرف يابن امي في العقيدة، اخ الاسلام في ارض المديدة

ما حياة المرء من غير العقيدة

وجهاد وسراعات عنيدة

وهي طوبي واختبارات مجيدة

Hendaklah kalian faham hai saudaraku seibu tentang akidah, wahai sodara ku semuslim di bumi manapun kalian berada, APA artinya hidup kalo tanpa akidah, apa artinya hidup tanpa jihad Tanpa perjuangan yang sungguh”.

Karena ketiga”nya adalah jalan kemulyaan menuju kemenangan.

Maka kholid pun kemudian membawa kemenangan dan siapa yang kembali kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya.

ان العقيدة في قلوب رجالها من ذرة اقوي و الف محندي

Ustadz Fatkhul Hakim. S.H

Share this post
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

More from the category

Featured articles

From our book shop