Ilmu tanpa amal bagaikan pohon yang tak berbuah. Amal tanpa ilmu bagaikan berjalan tanpa penunjuk arah.”
Pepatah Arab kuno ini menekankan keseimbangan. Pohon yang rimbun daunnya memang meneduhkan, tetapi tujuan utama pohon ditanam adalah buahnya yang bisa dinikmati. Demikian pula ilmu agama; jika seseorang hafal ribuan hadits tetapi perilakunya buruk, ilmunya menjadi sia-sia dan tidak memberi manfaat bagi umat. Ilmu hanyalah potensi, sedangkan amal adalah aktualisasi dari potensi tersebut.
Sebaliknya, beribadah atau beramal tanpa didasari ilmu (ilmu syar’i) sangat berbahaya karena berpotensi terjerumus dalam kesesatan atau bid’ah. Semangat berapi-api untuk beribadah tanpa tahu rukun dan syaratnya ibarat orang yang berlari kencang di tengah kegelapan; semakin kencang ia lari, semakin jauh ia tersesat dari tujuan. Maka, ilmu dan amal adalah dua sayap yang harus dikepakkan bersamaan.
